Saat aku mulai mengenalnya memang aku yang selalu cari-cari perhatiannya, awalnya aku hanya ingin membuatnya terbawa perasaan terhadapku. Namun, disaat dia mulai terbawa perasaan ternyata aku memiliki perasaan yang nyata terhadapnya. Aku suka dengannya, hari demi hari kita jalani tanpa ada hubungan yang lebih namun karakter kita seperti orang yang sudah memiliki hubungan lebih, dari cara dia bicara kepadaku, pehatiannya, kepeduliannya, namun sangat disayangkan aku kira dia juga memiliki rasa yang sama terhadapku tapi dia sama sekali tak punya perasaan terhadapku. Aku ingin sekali dia menjadi seseorang yang berarti dalam hidupku. Akan tetapi dia lebih tertarik kepada perempuan lain. Mungkin karena aku kurang cantik atau mungkin karena badanku kurang ideal atau mungkin juga karena rumahku berantakan. Aku selalu ingin tampil sempurna di depannya namun sikap apa adaku tak mendukungku untuk tampil sempurna. Aku mencoba tak pedulikan perasaan ini disaat dia mulai menghilang hari demi hari. Aku tau aku sangat sulit tuk jatuh cinta terhadap pria namun kali ini aku sangat mudah untuk mencintainya. Entah apa yang membuatku jatuh cinta terhadapnya. Memang sesekali aku sangat ingin memiliki pasangan seorang taruna, mungkin karena dia seorang taruna sehingga aku sangat mudah menyukainya. Harus ku akui aku tak layak untuk dijadikan pendamping seorang taruna karen aku belum mempunyai gelar pendidikan yang tinggi, tapi aku ingin sekali bisa mempunyai pendidikan tinggi agar aku bisa membahagiakan kedua orangtuaku, dan juga aku ingin memiliki seorang yang layak tuk dijadikan pendamping hidupku.
Aku mudah untuk memaafkannya namun dengan perasaan yang tidak layak, tidak seperti dahulu. karena aku tidak akan pernah tertarik lagi tehadap orang yang pernah ada dihidupku ketika orang itu sudah melukaiku.
Aku mudah untuk memaafkannya namun dengan perasaan yang tidak layak, tidak seperti dahulu. karena aku tidak akan pernah tertarik lagi tehadap orang yang pernah ada dihidupku ketika orang itu sudah melukaiku.
Komentar
Posting Komentar