Seumur Hidupku aku tak mau bahkan tak menginginkan hidup bersama orang yang tidak mempunyai pendidikan atau bisa dibilang mempunyai pendidikan yang kurang. Aku sangat menghargai orang yang mempunyai pendidikan rendah namun memiliki semangat yang cukup tinggi untuk kehidupannya di massa depan, karena dia mempunyai cita-cita yang cukup tinggi untuk membangun masa depan yang indah bersama orang terkasih. Namun, sangat disayangkan jika ada orang yang bukan hanya memiliki pendidikan yang rendah tapi semangat hidupnya pun sangat minim. dia sama sekali tak memiliki semangat hidup tuk merubah hidupnya. Aku bercerita seperti ini karena aku tak ingin terjerumus kedalam lubang yang sama. Kenapa? karena aku melihat orang yang berada disekelilingku, mereka menikah dengan orang yang tak mempunyai jabatan dalam artian mereka hanya terlihat bermalas-malasan. Mungkin menurut orang terkasihnya dia telah bekerja keras tapi tak mendapatkan hasil yang maksimal. Artinya mereka telah bekerja keras tapi dengan sedikit upah. huuuu Hidup ini penuh dengan materi, orang yang bersekolah pun harus pake materi tidak ada yang gratis di dunia ini, kecuali Allah yang memberikannya dan semua yang Allah berikan dengan cuma-cuma untuk kita senantiasa bersyukur. Maaf aku bukannya memandang orang dari segi materi saja, namun aku melihat orang dari semangat hidupnya. Bagaimana dia mengistimewakan dirinya sendiri, berarti dia juga mampu mengistimewakan orang-orang yang berada disekitarnya.
Rumahtangga itu dibangun dengan kata saling membutuhkan, walaupun didalam hidup ini tercipta untuk Dicintai atau Mencintai. Jika kita saling membutuhkan satu sama lain maka istilah dicintai dan mencintai itu akan dirasakan oleh keduanya.
Komentar
Posting Komentar